Haiku #8

Satu, ungkapnya

Tapi tidak nyatanya.

Ku tak peduli.

Advertisements

Keluh, Kesal

Izinkan saya berkeluh kesah pada postingan ini, mohon maaf bila sekiranya membuat yang baca agak kurang enak, hehe.

Apa yang disampaikan dosen akan manajemen dan organisasi baru saya temui contoh langsungnya. Organisasi akan berjalan baik apabila tujuan yang ingin dituju itu sama dan manajemen yang ada dilakukan secara menyeuluruh.

Merupakan hal yang sulit dan membebani ketika ingin memajukan suatu organisasi, tapi yang bergerak hanya satu komponen. Bukan hanya hasilnya tak maksimal, bisa saja membuat komponen itu jadi tidak bersemangat. Ibarat kata saat menjalankan suatu mesin, roda gigi yang berputar hanya satu dari seribu roda gigi yang ada, lama-kelamaan satu roda gigi itu akan cepat rusak dan tidak dapat berfungsi kembali.

Dalam organisasi, seseorang yang bersedia untuk, ya anggap saja bekerja lebih, bukan karena dia rajin atau ambis. Tapi lebih ke pada agar teman-teman yang lainnya mau ikut bekerja lebih dan lebih semangat. Saya jadi teringat akan cerita seorang pegawainya Elon Musk, dia bercerita bahwa bosnya tersebut selalu bekerja kira-kira 100 jam/minggu dan hal tersebut bukan hanya karena workaholic, tapi juga Elon ingin memberi contoh yang memajukan bagi para anak buahnya.

Memaksa orang untuk menjadi bukan dirinya merupakan hal yang melanggar haknya sebagai individu. Seseorang berhak untuk menjadi apa yang ia mau, apapun itu, selama masih dalam koridor yang baik. Lebih lanjut, ketika seseorang sedang ingin menjadi yang ia mau, tak seharusnya pula mencibirnya. Lebih baik kasih kritik dan saran, supaya bisa berkembang dan dapat lebih menjadi apa yang diinginkan.

Persatuan yang didasari atau direkatkan oleh kekerasan apapun itu bentuknya, bisa ditemui akhirnya cepat atau lambat. Ada faktor terpaksa ketika persatuan itu terjadi. Maka dari itu, yang sekiranya dapat membuat persatuan lebih langgeng dan adem, ialah hasrat dan tujuan dari hati sendiri. Yang bila dimaknai ya karena persatuan itu diinginkan, bukan dipaksakan. Mungkin akan ada yang bilang, “coba aja dulu nyatu, barangkali lanjut”. Bagi saya, hal itu adalah sebuah kemungkinan yang di mana “lanjut” bukan satu-satunya opsi, karena “retak” atau “pisah” juga merupakan pilihan yang tersedia.

Sejujurnya saya sedang berada di tengah-tentah kebimbangan antara lanjut atau berhenti. Kebingungan ini ya hasil diatas-atas tadi dan juga bumbu lain yang kurang enak untuk dibahas di sini. Mungkin saya akan lanjut, atau bisa juga berhenti. Besok adalag penentuannya.

Burung Hantu

Akhir-akhir ini saya merasa jam biologis saya berubah, dari yang morning people jadi night people atau night owl biasa disebutnya. Di pagi hari rasa lelah selalu menemani, membuat saya terkadang tidak fokus mengikuti kelas pagi. Sedangkan di malam hari, saya merasa bertenaga, membuat saya mengerahkan segala tugas dan hal-hal wajib lainnya di waktu ini.

Penyebab diri menjadi seperti ini disebabkan oleh minuman berkafein yang dikonsumsi sore hari dan jadwal tidur yang akhir-akhir terganggu (disebabkan hal-hal “menyenangkan”).

Untuk mengatasi lelah yang terjadi di pagi hari, biasanya diakali dengan berolahraga sedikit seperti jalan kaki dan pemanasan. Selain itu, segelas air putih juga lumayan membantu.

Keadaan ini bagi saya masih dalam tahap normal sebab masih bisa terkontrol, contohnya masih bisa terbangun di waktu pagi, meskipun hasilnya terkadang membuat saya harus terburu-buru untuk kelas pagi hari.

Keadaan ini juga saya syukuri, sebab dengan begini saya dapat merasakan dingin dan heningnya malam. Kondisi yang seperti itu membuat saya fokus pada apa yang sedang dikerjakan.

Ke depannya saya akan merubah keadaan ini apabila waktu-waktu wajib, menuntut saya untuk hadir.

Unpredictable

Mungkin ini pemikiran saya saja yang mengada ulah, tapi entah mengapa, saya selalu beranggapan bahwa orang yang saya temui atau lihat, nantinya akan berhubungan lebih lanjut nantinya.

Selalu ada saja orang yang awalnya saya hanha sebatas tahu eh tiba-tiba ada suatu kesempatan dapat berada di satu organisasi yang sama. Ada pula orang yang saya tidak sengaja temui, di waktu berikutnya menjadi orang yang sering berinteraksi dengan saya.

Tapi ya tidak semua yang saya temui atau lihat, bakal berlanjut pula hubungannya. Mungkin bukan tidak berlanjut, hanya belum saja. Semoga saja sih bisa berlanjut, hehe.

Fenomena ini pula yang membuat saya yakin bahwa Tuhan memang selalu punya cara yang tak terduga untuk menyambungkan titik-titik yang ada. Mau seberapa jauh jarak antara titik-titik tersebut, Tuhan pasti akan menghubungkannya.

Pembelajaran yang saya sukai dari fenomen ini adalah belajar untuk bersikap sewajarnya. Jikalau di awal orang yang ditemui sekiranya baik, diri akan berhati-hati takutnya ada udang di balik batu. Jikalau di awal orang yang ditemui sekiranya kurang mengenakkan, diri ini berhenti berspekulasi dan mencoba untuk memahami orangnya terlebih dahulu.

Sungguh, ini adalah fenomena yang menarik (bagi saya, hehe)