Mimpi Malam Tadi

Tadi pagi saya terbangun dari sebuah mimpi yang aneh. Saya mimpi bertemu kembali dengan seeorang yang dulu pernah mengisi malam saya. Bagian yang paling jelas dari mimpi tersebut adalah ketika saya memanggil namanya. Setelah bagian tersebut, saya terbangun karena bagian belakang rumah bocor …

Mimpi tersebut saya katakan aneh, sebab saya sama sekali tidak pernah berhubungan lagi dengan orang tersebut. Padahal yang saya tahu, mimpi dihasilkan karena suatu kejadian di kala masih terbangun atau karena kelelahan yang luar biasa.

Apakah mungkin ini menjadi suatu pertanda bahwa saya akan bertemu dia lagi ? Mungkin iya, mungkin tidak. Satu hal yang pasti, saya tidak terlalu berharap untuk menemuinya kembali, sebab takut luka lama terbuka kembali. Namun jika benar-benar bertemu nantinya, saya akan coba untuk lupakan yang lalu dan memberanikan diri untuk berkata, “Bagaimana kabarmu?”

Lima Paragraf Tentang Begadang

Saya terbiasa begadang semenjak SD. Biasanya saya menghabiskan malam begadang dengan mendengar radio sambil menunggu ayah yang terkadang pulang larut malam. Selain sambil menunggu, biasanya saya menulis bait-bait lagu nyeleneh yang esok harinya saya nyanyikan bersama teman.

Masuk SMP, saya masih terbiasa begadang. Biasanya saya begadang bermain komputer hingga l2 malam. Hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap sekolah. Di sekolah biasanya saya akan tidur di tengah pelajaran dan ketika diliatin guru, saya pura-pura memperhatikan. Sungguh payah saya kala itu, haha.

Kebiasaan begadang masih ada ketika SMA, namun kala itu saya fokuskan untuk belajar. Biasanya saya akan terbangun hingga larut malam ketika ada ujian atau ada pelajaran matematika. MTK saya agak mengenaskan, maka dari itu saya perlu usaha ekstra untuk mempelajarinya.

Sekarang saya masih begadang, entah untuk mengerjakan sesuatu atau sekedar bercengkrama dengan heningnya malam. Keheningan yang ada selalu membuat saya tenang, membuat pikiran saya dengan mudah membantu saya merefleksikan diri.

Ke depannya, nampaknya akan mengurangi begadangan ini. Selain karena tidak sehat, saya tidak ingin melewatkan dinginnya pagi dan hangatnya mentari. Semoga saja berhasil, aamiin.

Saya dan Game

Saya mengenal dunia game semenjak kelas 2 SD. Kala itu, ayah membelikan saya PS 2  dengan tujuan saya belajar baik. Tapi yah masih anak-anak, saya malah jadi fokus main daripada belajar. Meski begitu, prestasi di sekolah masih dalam status aman.

Di kelas 4-5, saya makin asyik main game. Hal itu karena saya menemukan game yang bagus di segi cerita maupun gameplaynya. Saya bermain Persona 4 dan DMC. Untuk Persona 4, saya sampai begadangan bermainnya karena game tersebut sangat baik mencampurkan unsur sekolah dan fantasi, serasa jadi diri sendiri gitu haha. Untuk DMC, saya hanya bermain di siang hari, sebab game tersebut terlalu berisik dan memerlukan sedikit usaha lebih.

Di kelas 6, saya masih bermain PS namun saya mulai mengenal game online. Game yang saya mainkan online biasanya berada di situs-situs game, berbeda dengan game sekarang yang memiliki client sendiri. Walaupun game-game onlinenya sederhana, saya tetap menikmatinya.

Masuk SMP, dunia game saya pindah total ke game online. Selama 3 tahun, saya bermain game online, utamanya Lost Saga server Indonesia. Saya mulai memainkannya semenjak teman-teman di sekolah membicarakannya. Tak mau ketinggalan, saya pun memainkannya. Karena game tersebut, saya jadi kenal teman-teman di sekolah karena saya masuk guildnya. Selama bermain game tersebut, saya pernah mengikuti lombanya meskipun pada akhirnya saya kalah setelah dua kali pertandingan.

Game online tersebut memang menyenangkan, namun karena game itu pula lah, prestasi belajar saya menurun. Saya harus menerima nilai UN yang kurang baik, padahal orang tua menginginkan saya masuk ke SMA favorit di mana tinggi-rendah UN sangatlah mempengaruhi. Berbekal nilai seadanya, saya tetap mencoba mendaftar dan alhamdulillah masih lolos.

Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, ketika SMA saya mengontrol waktu agar dapat menyeimbangkan antara waktu belajar dan bermain. Hasilnya, saya tetap bisa bermain dan mendapat prestasi yang memuaskan.

Sampai detik ini, interaksi saya dengan game masih ada. Saya masih suka bermain ketika waktu luang ada. Meski suka, saya yakin akan ada suatu di mana saya harus merelakan hobi ini. Hingga waktunya, saya akan terus menggapai level tertinggi, hahaha!

+/-

Apapun yang berlebihan tidaklah baik, meskipun hal yang dilakukan itu baik. Sebagai contoh, belajar yang terlalu banyak malah akan membuat otak tidak mampu menampung hal-hal yang dipelajari. Contoh lain, kebanyakan mengonsumsi sayuran malah akan membuat tubuh tidak maksimal menyerap mineral.

Kebalikan dari itu, kekurangan pun juga tentu saja tidak bagus. Contoh lagi, kurang tidur dapat berimbas buruk, baik secara fisik maupun mental.

Dari kedua hal tersebut, dapat diartikan bahwa dalam melakukan sesuatu, kita harus seimbang. Tidak kurang, tidak lebih. Pas sesuai standar, pas sesuai ketentuan, dan yang paling penting pas sesuai kebutuhan.

Bukti keberhasilan keseimbangan sudah ada di mana-mana. Tidak hanya pada manusia, namun juga pada dunia ini. Dunia ini tidak hanya mengalami malam, tapi juga siang. Jika hanya malam atau siang terus, ini akan membuat penghuni di dalamnya kewalahan menjalani hidup. Untungnya, dunia ini seimbang antara siang dan malambya, membuat penguhuninya mempunyai keseimbangan juga antara kapan harus beraktifitas dan kapan harus beristirahat.

Mencapai keseimbangan diperlukan usaha dan metode. Hal itu agar kekurangan dan kelebihan yang ada dapat ditangani secara tepat.

Entah mengapa tiba-tiba pen nulis ini, semoga aja bermanfaat bagi reader dan saya terutama. Aamiin.

“Jalan-jalan”

Semenjak SMP, pulang jalan kaki sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Bukan karena tidak ada ongkos kendaraan, namun karena dengan jalan kaki, entah mengapa dapat membuat saya berpikir

Di setiap perjalanan, saya selalu mencoba untuk memikirkan sesuatu, baik itu hal yang serius maupun remeh-temeh seperti candaan garing. Terkadang selain berpikir, saya akan bernyanyi sepanjang jalan (tapi nyanyinya tidak keras-keras juga)

Meskipun saya suka berjalan, namun pasti ada waktu dimana saya tidak ingin melangkah. Kalau sudah seperti itu, pilihannya ada dua, antara saya langsung naik kendaraan umum atau terus berjalan. Jika terus berjalan, saya berusaha untuk berpikir keras supaya lelah karena berjalan tidak terasa.

Dari kebiasaan berjalan itu, dampak tak langsung muncul, seperti kesehatan yang terjaga. Waktu SMP, saya jarang sakit dan tubuh juga bugar dikarenakan rutinitas berjalan tersebut. Namun semenjak SMA, karena jarang berjalan, saya jadi rentan sakit dan saya menggemuk. Hal itu tentu tidak mengenakkan diri.

Keinginan untuk berjalan masih ada, bahkan saya ingin lari menjadi rutinitas saya yang baru. Tapi keingingan tersebut masih kalah dengan besarnya malas yang berada di dalam diri, membuat saya ogah-ogan untuk melakukan kegiatan itu. Semoga saja saya dapat menghapus rasa malas itu, dan mulai berjalan, lalu berlari. AAMIINN!!

Tulisan Kesal

Internet yang mati-nyala membuat saya kesal akhir-akhir ini. Bagaimana tidak ? Hal tersebut membuat kegiatan terganggu dan juga permainan online saya terkena hukuman.

Biasanya kalau kesal, saya akan geram sebentar lalu mencoba menenangkan diri. Toh jika saya geram terus, keadaan tidak akan berubah juga, haha. Setelah tenang, saya coba fokus akan hal lain yang tidak memerlukan internet. Kali ini, saya berfokus pada tugas ospek. Mulai dari siang hingga malam, saya fokus mengerjakannya. Hasilnya, sekitar jam setengah 11 malam tadi, tugasnya selesai dan tinggal besok direvisi jika ada yang kurang atau salah.

 Coba saja saya tetap geram, mungkin tugas tersebut tidak akan selesai dan saya masih tetap dalam kondisi tidak mood apa-apa. Namun untungnya, saya bisa terlepas dari kondisi tersebut dan dapat melakukan hal lain.

Mungkin mati-nyalanya internet ini dilakukan oleh Yang Maha Kuasa untuk memberikan pelajaran mengenai sabar dan tetap mencari cara untuk melihat sisi positifnya. Meski saya sedikit gagal di pelajaran tersebut, sebab saya masih sedikit geram, namun saya tetap bersyukur mendapatkannya. Di masa depan, tidak menutup kemungkinan saya akan menemui hal serupa atau bahkan lebih parah daripada itu. Dengan menghadapinya kondisi seperti itu sekarang, membuat saya mempunyai gambaran masalah ysng mungkin terjadi.

Indikator yang Sebenarnya

Kemarin tidak sengaja nonton video di LINE. Video tersebut berisi tentang ‘apa yang membuat sesorang berhasil’. Dijelaskan dalam video bahwa apa yang menyebabkan sesorang dapat berhasil bukanlah kepintaran, kejeniusannya, atau pun talentanya. Dari situ muncul pertanyaan, apakah hal tersebut ? Hal tersebut adalah . . .

Ketabahan

Dalam hal ini, ketabahan diartikan dengan pantang menyerahnya seseorang dalam mencapai sesuatu. Memiliki ketabahan akan membuat seseorang berubah, dari yang tadi short-period oriented jadi long-period oriented. Perubahan tersebut tentu saja bukan hanya merubah mindset tapi juga memberikan ‘semangat siap pakai’.

‘Semangat siap pakai’ adalah semangat yang senantiasa ada ketika sedang menghadapi suatu ujian atau terjerembab ke dalam suatu kegagalan. Sebagai contoh, ketika masih di sekolah, nilai ujian saya terbilang mengenaskan, dan hal tersebut membuat saya khawatir apakah saya akan begini terus atau malah makin memburuk. Ketika khawatir, saya pun teringat akan tujuan saya belajar di sekolah dan impian yang sekiranya ingin dicapai. Alhasil, saya mulai bangkit, merencanakan langkah-langkah, dan yang pasti, tetap menjalaninya dengan tabah. Hasilnya ? Lumayan untuk membuat saya dan orang-orang di sekitar saya bahagia.

Ketabahan memang dapat menghasilkan ‘buah-buah’ yang menyenangkan, namun untuk memiliki ketabahan tersebut, dibutuhkan berbagai pengorbanan. Waktu perlu dikorbankan, karena ketabahan butuh lamanya waktu. Tenaga perlu dikorbankan, karena ketabahan dihasilkan dari usaha-usaha yang terus menerus.

Di akhir video, sebuah pertanyaan diajukan, “bagaimana caranya memiliki ketabahan?”. Untuk memiliki ketabahan caranya ada banyak, namun satu hal yang pasti, memiliki kepribadian yang mau belajar merupakan salah satu cara yang selayaknya dicoba. Dengan kepribadian tersebut, alih-alih menyerah, kita akan mencoba untuk mempelajari kesalahan ketika menghadapi kegagalan. Selain itu, kepribadian tersebut juga membuat kita menanggap kegagalan adalah ladang untuk belajar berkembang, membuat kita maju meskipun kita mundur sedikit.

Sekian tulisan kali ini, mohon maaf bila agak aneh tulisannya sebab sudah lama saya terakhir menulis semenjak post terakhir. Akhir kata, terima kasih.