Lima Paragraf Tentang Begadang

Saya terbiasa begadang semenjak SD. Biasanya saya menghabiskan malam begadang dengan mendengar radio sambil menunggu ayah yang terkadang pulang larut malam. Selain sambil menunggu, biasanya saya menulis bait-bait lagu nyeleneh yang esok harinya saya nyanyikan bersama teman.

Masuk SMP, saya masih terbiasa begadang. Biasanya saya begadang bermain komputer hingga l2 malam. Hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap sekolah. Di sekolah biasanya saya akan tidur di tengah pelajaran dan ketika diliatin guru, saya pura-pura memperhatikan. Sungguh payah saya kala itu, haha.

Kebiasaan begadang masih ada ketika SMA, namun kala itu saya fokuskan untuk belajar. Biasanya saya akan terbangun hingga larut malam ketika ada ujian atau ada pelajaran matematika. MTK saya agak mengenaskan, maka dari itu saya perlu usaha ekstra untuk mempelajarinya.

Sekarang saya masih begadang, entah untuk mengerjakan sesuatu atau sekedar bercengkrama dengan heningnya malam. Keheningan yang ada selalu membuat saya tenang, membuat pikiran saya dengan mudah membantu saya merefleksikan diri.

Ke depannya, nampaknya akan mengurangi begadangan ini. Selain karena tidak sehat, saya tidak ingin melewatkan dinginnya pagi dan hangatnya mentari. Semoga saja berhasil, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s